Arsip Kategori: Tips arsitektur

Tips Agar Rumah Terlihat Luas

Punya masalah dengan luas rumah yang kecil atau ruangan yang sempit?? Don’t worry Archihollic! Archipediafirst akan memberikan tips-tips jitu agar rumah anda terlihat lebih luas dan nyaman. And Here’s the TIPS!

  1. Rumah anda tingkat? Pastikan ruang dibawah tangga rumah anda tidak di sia-siakan. Ruangan bawah tangga bisa menjadi tempat yang sangat berguna. Misalnya sebagai gudang, kamar mandi, ruang bermain anak, bahkan kamar tidur. Selain itu archihollic juga bisa menyulap area di bawah tangga sebagai rak untuk menyimpan buku, sepatu, pajangan, asesoris, dll.

download (3) images (1) images (2) images (3) images

2. Meninggikan plafon. Yap, cara jitu berikutnya adalah dengan meninggikan jarak dari lantai ke langit-langit pada ruangan yang anda anggap sempit. Dengan menambahkan lampu pada batas perbedaan tinggi plafond, itu akan membuat ruangan archihollic terlihat lebih LUX dari sebelumnya.

images (5)images (6)

 

3. Percaya dengan keajaiban cermin. The Magic Mirror?? Yes! Cermin merupakan trik berikutnya agar ruangan terlihat lebih luas lagi. Letakkan cermin di salah satu sisi ruangan yang anda anggap sempit. anda bisa menaruh sebuah cermin besar pada sisi dinding yang berhadapan dengan pintu atau pada sisi dinding kanan/kiri tempat tidur di kamar anda. Atau, anda cukup menyandarkan cermin besar di sebelah meja makan. Anda juga bisa membuat lemari pakaian yang berlapis kaca agar kamar tampak lebih luas. Namun hati-hati dalam pencahayaan, karena sifat cermin yang memantulkan cahaya maka anda harus bijak memilih lampu. Jangan sampai kesan yang muncul terlalu terang.

download (1) download images (7)

4. Membuat furniture yang “fit on the place” dan “multifunction”. Archihollic bisa merancang sendiri perabot rumah yang multifungsi dan praktis. namun biasanya anda akan butuh jasa konsultasi desain untuk hal ini. Tanyakan saja pada desainer interior atau tempat pembuatan furnitur di sekitar anda. Misalnya, anda bisa membuat kamar anak jadi lebih lega karna anda menggabungkan fungsi tempat tidur dengan meja belajar, atau menyediakan rak untuk tempat tidur lipat. pada ruang tamu atau keluarga, anda bisa membuat rak buku yang praktis dengan roda di bawahnya sehingga dapat mudah dipindahkan.

489 652 659 2163 images (13) images (10)

 

4. Menggabungkan dapur dengan ruang makan. Gaya makan ala’ warteg? WHY NOT?? jika archihollic tidak punya cukup ruang untuk menaruh meja makan, maka gabungkan saja dapur dengan ruang makan anda. Cukup letakkan meja kecil yang panjang di salah satu sisi dapur, beri kursi yang praktis sehingga bisa masuk ke bawah meja atau pilih kursi yang beroda.

images (15) images (16)

5. Membuat Mezzanine atau Split Lantai. Hanya perlu meninggikan sedikit saja jarak dari lantai ke langit-langit, bagi dua ruangan seperti ini. Anda juga bisa menggunakan bagian bawah misalnya untuk ruang baca dan santai, sedangkan bagian atas untuk kamar. Ruangan yang ada di atas sebisa mungkin digunakan sebagai ruang yang tidak memerlukan aktifitas berdiri, sehingga anda dapat menghemat tinggi lantai keseluruhan. untuk ukuran orang Indonesia, jarak dari lantai ke plafon 3,5 meter saja sudah cukup untuk membuat mezzanine. jika bagian atas digunakan sebagai kamar maka anda bisa memeperkecil jaraknya lagi karena anda hanya perlu meletakkan kasur dan lemari kecil di sudut dinding..

images (19)images (20)

6. Membuat bukaan selebar-lebarnya. Seperti gambar di atas, kita bisa lihat bahwa pemberian kaca jendela yang lebar atau tinggi bisa memberikan kesan yang luas.

 

7. Jangan takut membuat innercourt atau taman dalam rumah (Void) di lahan yang sempit. Jika lahan anda terbatas, cukup buat taman di samping ruang keluarga/ruang makan dengan luas 2 meter persegi (2x1m) atau bahkan 1.5 meter persegi. Jika tidak memungkinkan membuat taman, anda bisa membuat void dengan melubangi atap pada pinggir ruangan. Berikan jarak dengan lebar 50cm pada salah satu sudut langit2 ruang keluarga. Agar air hujan tidak membanjiri atau terciprat ke dalam ruangan, berikan pembatas misalnya berupa dinding pendek atau dinding kaca di area batas void.

images (17) images (18)

 

Demikian tips jitu dari Archipedia, ikuti terus posting terbaru dari kami dan jangan takut untuk bereksperimen dengan desain rumah anda. Please comment and share. ^^

Iklan

Tips Membangun Rumah Sehat #2. (Ruangan yang sehat)

Melanjutkan postingan mengenai kriteria rumah sehat sebelumnya, Archipediafirst kali ini membagikan ulasan yang tidak kalah penting dalam upaya mewujudkan sebuah rumah sehat. Rumah yang sehat harus terdiri dari ruang-ruang yang sehat. Untuk itu Archipediafirst mencoba membagikan ulasan mengenai bagaimana menciptakan ruang-ruang yang sehat dalam hunian archiholic sekalian. Berikut tips nya.

  • Kriteria ruang tidur. Adanya ruangan khusus untuk istirahat bagi masing-masing penghuni, Anak-anak berumur di bawah 2 tahun masih diperbolehkan satu kamar tidur dengan ayah dan ibu. Anak-anak di atas 10 tahun laki-laki dan perempuan tidak boleh dalam satu kamar tidur. Anak-anak di atas 17 tahun mempunyai kamar tidur sendiri. Agar terhindar dari penyakit saluran pernafasan, maka luas ruang tidur minimal 9 m2 untuk setiap orang yang berumur diatas 5 tahun atau untuk orang dewasa dan 4 ½ m2 untuk anak-anak berumur dibawah 5 tahun. Luas lantai minimal 3 ½ m2 untuk setiap orang, dengan tinggi langit-langit tidak kurang dari 2 ¾ m.

designerinteriordotwordpress

nul dot is

  • Ruang tamu. yaitu suatu ruangan khusus untuk menerima tamu, biasanya diletakkan di bagian depan rumah. Ruang tamu sebaiknya terpisah dengan ruang duduk yang dapat dibuka/ditutup atau dengan gorden, sehingga tamu tidak dapat melihat kegiatan orang-orang yang ada di ruang duduk.
  • Ruang duduk (ruang keluarga) harus dilengkapi jendela yang cukup, ventilasi yang memenuhi syarat, dan cukup mendapat sinar matahari pagi. Ruang duduk ini sebaiknya lebih luas dari ruang-ruang lainnya seperti ruang tidur atau ruang tamu karena ruang duduk sering digunakan pula untuk berbagai kegiatan seperti tempat berbincang-bincang anggota keluarga, tempat menonoton TV, kadang-kadang digunakan untuk tempat membaca/belajar dan bermain anak-anak. Selain itu ruangan ini juga sering digunakan sekaligus sebagai ruang makan keluarga.

desainrumahgratisdotcom

  • Ruang makan sebaiknya mempunyai ruangan yang khusus, ruangan tersendiri, sehingga bila ada anggota keluarga sedang makan tidak akan terganggu oleh kegiatan anggota keluarga lainnya. Tetapi untuk suatu rumah yang kecil/sempit, ruang makan ini boleh jadi satu dengan ruang duduk.
  • Dapur harus mempunyai ruangan tersendiri, karena asap dari hasil pembakaran dapat membawa dampak negatif terhadap kesehatan. Ruang dapur harus memiliki ventilasi yang baik agar udara/asap dari dapur dapat teralirkan keluar (ke udara bebas). Luas dapur minimal 4 m2 dan lebar minimal 1,5 m.

jasoetdotblogspotdotcom

  • Kamar mandi/W.C. Lantai kamar mandi dan jamban harus kedap air dan selalu terpelihara kebersihannya agar tidak licin. Dinding minimal setinggi 1 ½ m dari lantai. Setiap kamar mandi dan jamban yang letaknya di dalam rumah, diusahakan salah satu dindingnya yang berlubang ventilasi harus berhubungan langsung dengan bagian luar rumah. Bila tidak, ruang/kamar mandi dan jamban ini harus dilengkapi dengan alat penyedot udara untuk mengeluarkan udara dari kamar mandi dan jamban tersebut keluar, sehingga tidak mencemari ruangan lain (bau dari kamar mandi dan W.C.)
  • Gudang sebaiknya ada sebagai tempat penyimpanan alat-alat atau bahan-bahan lainnya yang tidak dapat ditampung di ruangan lain, seperti alat-alat untuk memperbaiki rumah (tangga, dan lain–lain).

Nah Archihollic, semoga posting Tips Membangun Rumah Sehat yang kedua ini bisa melengkapi postingan pertama yaaaaaah..  Please like n coment

TIPS MENCIPTAKAN DAN MEMBANGUN RUMAH SEHAT

Hai archiholic sekalian, kali ini archipediafirst akan memberikan info penting mengenai hunian. Saat anda berfikir ingin mendirikan sebuah tempat tinggal, tentu anda menginginkan hunian yang nyaman. Untuk menciptakan kenyamanan dalam hunian, anda perlu memastikan bahwa rumah yang anda huni adalah rumah yang sehat.

suarakawancom

Rumah harus dapat mewadahi kegiatan penghuninya dan cukup luas bagi seluruh pemakainya, sehingga kebutuhan ruang dan aktivitas setiap penghuninya dapat berjalan dengan baik. Lingkungan rumah juga sebaiknya terhindar dari faktor-faktor yang dapat merugikan kesehatan (Hindarto, 2007). Rumah sehat dapat diartikan sebagai tempat berlindung, bernaung, dan tempat untuk beristirahat, sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani, maupun sosial (Sanropie dkk., 1989).

Lalu bagaimanakan kriteria rumah sehat itu sendiri?

Kriteria rumah sehat yang diajukan oleh dalam Entjang (2000) dan Wicaksono (2009) yang dikutip dari Winslow antara lain:

1. Harus dapat memenuhi kebutuhan fisiologis

2. Harus dapat memenuhi kebutuhan psikologis

3. Harus dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan

4. Harus dapat menghindarkan terjadinya penularan penyakit

Hal ini sejalan dengan kriteria rumah sehat menurut American Public Health Asociation (APHA), yaitu:

Sebuah rumah harus dapat memenuhi kebutuhan dasar fisik, seperti:

  • Rumah tersebut harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat dipelihara atau dipertahankan temperatur lingkungan yang penting untuk mencegah bertambahnya panas atau kehilangan panas secara berlebihan. Sebaiknya temperatur udara dalam ruangan harus lebih rendah paling sedikit 4°C dari temperatur udara luar untuk daerah tropis. Umumnya temperatur kamar 22°C – 30°C sudah cukup segar.
  • Terjamin pencahayaannya yang dibedakan atas cahaya matahari (penerangan alamiah) serta penerangan dari nyala api lainnya (penerangan buatan). Semua penerangan ini harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu gelap atau tidak menimbulkan rasa silau.
  • Ventilasi yang sempurna sehingga aliran udara segar dapat terpelihara. Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan, sedangkan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5% luas lantai sehingga jumlah keduanya menjadi 10% dari luas lantai ruangan. Ini diatur sedemikian rupa agar udara yang masuk tidak terlalu deras dan tidak terlalu sedikit.
  • Harus dapat melindungi penghuni dari gangguan bising yang berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan baik langsung maupun dalam jangka waktu yang relatif lama. Gangguan yang dapat muncul antara lain gangguan fisik seperti kerusakan alat pendengaran dan gangguan mental seperti mudah marah dan apatis.
  • Memiliki luas yang cukup untuk aktivitas dan untuk anak-anak dapat bermain. Hal ini penting agar anak mempunyai kesempatan bergerak, bermain dengan leluasa di rumah agar pertumbuhan badannya akan lebih baik, juga agar anak tidak bermain di rumah tetangganya, di jalan atau tempat lain yang membahayakan.

jasoetdotblogspotdotcom rumahcantikminimalisdotcomNah semoga ulasan ini bisa membantu archiholic sekalian untuk mewujudkan hunian yang lebih sehat. Trims..